Entri Populer

Minggu, 23 Januari 2011

PERTUMBUHAN GENERATIF


Pertumbuhan generatif adalah pertumbuhan yang berkenaan dengan pembentukan bunga, buah, dan biji.
a.       Pembentukan bunga
Prosesnya dimulai dengan pembelahan dari sel-sel meristem ranting dan dahan melalui pembelahan meiosis menjadi sel-sel meristem generatif.
Perubahan ini terjadi akibat masuknya macam-macam zat hormon dan zat lain ke dalam sel meristem.  Perubahan dari meristem vegetatif menjadi meristem generatif ini membawa perubahan besar terhadap kehidupan tanaman, antara lain: aktivitas respirasi meningkat, asimilasi meningkat, dan dengan demikian kecepatan pengangkutan air, makanan dan hara ke arah bunga juga meningkat. Disini zat tumbuh memainkan peranan yang sangat penting.
b.      Penyerbukan
Penyerbukan adalah pemindahan tepung sari dari anther atau kepala sari ke stigma atau kepala putik bunga, yang biasanya terjadi oleh angin atau serangga. Banyaknya maupun ukuran tepung sari sangat berbeda menurut jenis tanaman. Tepung sari merupakan sel berisi 2 inti yaitu inti tabung dan inti generative. Tanaman disebut menyerbuk sendiri apabila tepung sari menyerbuki putik dari pohon lain (dari tanaman sejenis). Beberapa menit setelah menyentuh putik, biasanya salah satu atau beberapa tepung sari membentuk tabung yang memungkinkan pengangkutan sperma zat tumbuh, enzim dan sebagainya, dari tepung sari ke dalam kantong embrio. Dengan demikian maka penyerbukan adalah penyatuan telur dengan sperma yang kemudian tumbuh menjadi embrio dan inti endosperma. Mekanisme penyerbukan sangat berbeda-beda, tergantung dari jenis tanaman.
c.       Pembentukan biji
Proses penyerbukan selain membantu embrio dan endosperma juga mengakibatkan terbentuknya biji dan buah. Telur yang telah diserbuki baru membelah ketika embrio sudah terbentuk. Inti endosperma kemudian menjadi aktif dan membentuk endosperm, yaitu cadangan makanan untuk embrio yang mulai tumbuh. Ketika biji masak, endosperma mulai berkurang dan akhirnya terkumpul pada kotiledon. Pada jenis-jenis tanaman tertentu, seperti kelapa, endosperma tetap merupakan cadangan makanan dalam biji tua, dan dipergunakan ketika biji berkecambah.


d.      Pembentukan buah
Walaupun ukuran, bentuk, warna, struktur dan sebagainya dari buah sangat beraneka warna dan ragamnya, namun cara pembentukannya pada umumnya sama yaitu sebagai perkembangan dan pembesaran dari pistil.
Kegagalan dari penyerbukan biasanya memyebabkan gugurnya bunga. Bila penyerbukan berhasil maka zat tumbuh (auksin) yang terdapat dalam tepung sari diteruskan ke bakal buah dan menyebabkan perkembangan buah. Auksin yang terdapat dalam pistil mungkin juga menjadi aktif dan membantu dalam pembentukan buah.
Perkembangan buah melibatkan proses pertumbuhan yang sangat kompleks. Telur yang dibuahi berkembang menjadi embrio, inti endosperma menjadi endosperma dan sebagainya. Perkembangan selanjutnya adalah sebagian akibat dari pembelahan dan pembesaran sel, seperti juga halnya di dalam meristem. Air, karbohidrat, protein, zat-zat hara, zat tumbuh dan sebagainya harus diangkut ke dalam buah dari bagian-bagian tanaman lain. Oleh karenanya selama perkembangan buah, pertumbuhan vegetative tanaman sangat terhambat dan cadangan makanan di bagian tanaman seperti batang dan akar berada dalam keadaan minim.
Setelah buah mencapai ukuran optimal, maka pemasakan buah terjadi dengan terbentuknya gas etilen yang mempercepat proses pemasakan buah. Dalam dunia perdagangan, gas etilen banyak dipergunakan untuk pemasakan buah, misalnya penyemptrotan buah kopi dengan ethrel untuk menyeragamkan pemasakan buah.
Faktor-faktor yang mempengaruhi pembungaan antara lain adalah:
a.       Intensitas cahaya matahari : pembungaan dari banyak jenis tanaman dirangsang oleh intensitas cahaya.
b.      Kualitas cahaya: terutama bagian sinar jingga sampai merah adalah yang terbanyak mempengaruhi pembungaan.
c.       Panjang hari: ada jenis-jenis tanaman yang dirangsang pembungaan oleh hari pendek (tanaman hari pendek) dan ada yang dirangsang oleh hari panjang (tanaman hari panjang).
d.      Metabolisme karbohidrat dan nitrogen: walaupun pembungaan terutama dirangsang oleh hormon, namun perbandingan antara C dan N tampaknya juga mempengaruhi pembungaan. Dalam batas-batas tertentu nisbah C/N yang rendah merangsang pertumbuhan vegetative, dan nisbah C/N yang tinggi merangsang pembungaan pada tanaman tertentu.
e.       

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar